Foto/Rus : Suasana Kantor Disdukcapil Kabupaten Cianjur sepi pengunjung setelah terjadi peralihan layanan dari tatap muka ke sistem online. Layanan berbasis internet ini akan dipatenkan walalupun kebijakan pemerintah terkait Covid19 memasuki fase new normal.
NET 9 | Cianjur - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur akan permanenkan sistem layanan on line melalui program simpleaku.cianjurkab.go.id, walaupun pemerintah telah mengeluarkan kebijakan new normal terkait penyebaran Covid19.
Artinya, layanan berbasis internet ini akan menghapuskan sistem layanan tatap muka. Masyarakat hanya diharuskan mengisi formulir pendaftaran, yang sudah disediakan dalam aplikasi simpleaku.cianjurkab.go.id, tanpa harus mendatangi kantor Disdukcapil.
"Tujuannya untuk menghindari antrian massa dan meminimalisir praktek percaloan," ujar Sekretaris Disdukcapil Cianjur, Popon Ajizah. Selasa (09/06/2020).
Terlebih lagi, layanan sistem berbasis internet tersebut, selaras dengan keinginan dari pihak Dirjen Kependudukan pada Kementerian Dalam Negri (Kemendagri), yang menghendaki adanya inovasi layanan Adminduk oleh kabupaten/kota diseluruh Indonesia.
"Dalam prakteknya, tentu adanya kendala teknis. Namun semua layanan akan maksimal karena semuanya masih dalam proses," tambahnya.
Sedangkan Kepala Bidang (Kabid) Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan, Dundi Syahron Fajar mengaku, layanan Adminduk berbasis internet yang dikelolanya belum tentu mampu menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini disebabkan tidak semua orang mampu, mau dan menguasai teknologi internet yang menjadi basis pelayanan.
"Terutama para orang tua dan masyarakat pelosok desa yang jangkauannya terlalu jauh. Belum lagi, dibeberapa wilayah Cianjur tidak ada jaringan atau sinyal apapun. Jadi, layanan tatap muka masih sedikit diperlukan," katanya.
Untuk persoalan teknis, terdapat juga kekurangan pada pengolahan penerimaan data pendaftaran. Misalnya, Disdukcapil sempat tiga kali menolak pendaftaran karena dinilai kurang persyaratannya. Namun, setelah dikomplain oleh oleh masyarakat, ternyata kesalahannya ada pada sistem di basis data Disdukcapil.
"Tapi Alhamdulillah, semuanya sudah diperbaiki," tutup Dundi.
( Rusdi )

