NET 9| CIANJUR-Warga Dusun(5)lima terdiri dari RT 01,02 dan 03.RW 07
Desa Susukan Kecamatan Cempaka Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat, bergotong-royong perbaiki dan membersihkan parit jalan desa, Minggu (24/11/2019). Kegiatan gotong-royong memperbaiki jalan tersebut merupakan wujud kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
Alhamdulilah dengan adanya partisipasi dan gotong-royong masyarakat, setiap program dapat terselesaikan dalam waktu yang singkat,” katanya.
Menurut Kepala Desa Susukan, Sepul Huda ketika ditemui Net9 Minggu(24/112019), mengatakan, tradisi gotong-royong masyarakat Desa Susukan ,sampai saat ini masih berjalan dengan baik.bentuk partisipasi masyarakat meliputi partisipasi dalam bentuk tenaga,maupun melalui gagasan ibu ibu kader yang ada di kampung Giri Mekar Desa Susukan yang sangat kompak.
Terlepas program pembangunan didanai pemerintah, antusias warga untuk turut serta dalam pelaksanaan pembangunan masih sangat tinggi,” katanya.
Menurut Anda, kebiasaan masyarakat dalam melaksanakan gotong-royong tersebut terlahir dari kesadaran masing-masing. Hanya saja, pada program pembangunan jalan, masyarakat berpartisipasi dalam bentuk tenaga.
Senada dengan itu, Komo" warga Dusun Giri mekar menjelaskan, bentuk partisipasi masyarakat meliputi partisipasi dalam bentuk bentuk tenaga, maupun melaui gagasan,ibu ibu kader yang ada di Kampung Giri mekar Desa Susukan yang sangat kompak.
Menurut Kepala Dusun (Kadus 5) Ismail, partisipasi dan swadaya masyarakat merupakan titik penentu dalam melaksanakan program pembangunan. Sehingga, sampai kapanpun gotong-royong masyarakat harus tetap dilaksanakan.
Ketua BPD Desa Susukan Anda Supanda ketika ditemui NET 9 Minggu, 24/11/2019 membenarkan, antusias masyarakat dalam melaksanakan gotong-royong sangat baik.
Warga kami selalu membantu pemerintah desa,
Meski demikian, warga ikhlas dan rela membantu alakadarnya untuk kegiatan gotong-royong.
Menurut Anda Supanda warga sangat antusias sekali karena kegiatan perbaikan jalan untuk kepentingan lingkungannya. Dalam pelaksanaan pembangunan, desa merupakan mata rantai yang paling bawah dan langsung berhadapan dengan masyarakat.
Meski anggaran sudah tersedia, partisipasi masyarakat dan swadaya masyarakat dapat menjadi titik penentu keberhasilan pembangunan desa. Sebab, prakarsa dan swadaya masyarakat memegang faktor kunci keberhasilan pembangunan.
Redaktur : Ijang suhendar



