Debt Colector Ala Premanisme Resahkan Warga, Tak Segan Memepet Targetnya Hingga Tak Berkutik -->
Cari Berita

Advertisement

Debt Colector Ala Premanisme Resahkan Warga, Tak Segan Memepet Targetnya Hingga Tak Berkutik

November 20, 2019





NET 9|KARAWANG_
Aksi para debt Colector melakukan pensitaan dengan cara -cara premanisme kian meresahkan hal tersebut dikeluhkan masyarakat, sejumlah dept colector tak segan segan memepet target nya hingga yang bersangkutan tak dapat bergerak karena dipepet.

Seorang pengendara motor Pasangan Suami Istri (pasutri) asal Kecamatan Jatisari Kabupaten Karawang yang tidak  mau nama nya di publikasi mengatakan dirinya dari Jatisari hendak ke Karawang bersama anak dan istri berboncengan, setibanya di jalan depan Koramil ada beberapa orang menggunakan 2 sepeda motor mengikutinya dari belakang, dan saat di depan auto 2000 jalan Jendral Sudirman Kotabaru, mereka memepetnyanya " berhenti pak, berhenti pak Bapak ada tunggakan angsuran, berhenti berhenti ada data, mereka memepet nyaris bersenggolan " ungkapnya, Selasa (19/11/2019).

Dept colector menyuruh turun kepada pengendara sambil berkata "bapak sudah dalam TO, motor harus saya ambil " katanya menirukan suara si dept colector.

Pengendara mengatakan mana bukti -bukti bahwa dirinya menunggak,"dept colector hanya menunjukan alat seperti HP ada datanya " jelasnya.

Kemudian sipengendara dengan nopol T 5741 ini pun mengeluarkan kwitansi pembayaran terakhir " karena saya tidak merasa menunggak, pembayaran setiap tanggal 29 dan yang bulan ini (Nopember-red) belum jatuh tempo, kenapa juga mereka menjegal saya sekeluarga " herannya.

Dari pantauan NET 9 dilapangan kendaraan dept colector 2 unit yang Memepetnya hingga nyaris bersenggolan, terjadi adu argumentasi, akan tetapi setelah pengendara menunjukan bukti tidak menunggak, dept collector hanya mengatakan "Maaf-maaf Pak salah data ini salah data tanpa menunjukan datanya yang mana "ungkap pengendara.

Pengerdara asal Jatisari berharap kepada Financy untuk tidak gegabah dalam mengambil motor orang harus sesuai prosedur kalau ngambil dijalanan kan bisa dikatagorikan maling, merampas " yang tak menunggak aja di Stop dipepet alasan salah data apalagi yang menunggak, bisa bisa disita dijalanan dan ini sudah sangat meresahkan masyarakat "pungkasnya.

Laporan  : SM
Redaktur : ijang suhendar